Thursday, October 04, 2007

MOBILE GOVERNMENT XL

Solusinya Buat Pemda,
Investasinya Dari Operator

Electronic government (e-Gov) saat ini mulai digalakkan di sebagian instansi pemerintah. Ada yang sudah menerapkannya dengan baik, hingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun juga, tidak sedikit yang baru sampai pada tingkat mengenal, belum menerapkan. Ini dominan disebabkan karena beberapa prasyarat utama yang harus dipenuhi dahulu sebelum tiba pada adopsi dan implementasi. e-Gov membutuhkan komitmen yang tinggi, visi yang jauh ke depan, orientasi pada penigkatan kwalitas pelayanan masyarakat serta transparansi. Tidak hanya itu, investasi yang digelontorkan pemda pun tidak kecil.
Inovasi yang senantiasa mewarnai dunia teknologi, kemudian menghadirkan solusi lain untuk mengatasi lambatnya implementasi e-Gov itu, dengan layanan pemerintah berbasis telekomunikasi nirkabel, Mobile Government (m-Gov). Dan, di Indonesia, layanan ini pertama kali telah diperkenalkan oleh operator seluler berbasis GSM, PT Excelcomindo Pratama Tbk., melalui Divisi Bussines Solutions.
Nisar Mansyur, Senior Vice President Corporate Solution Business Solution PT Excelcomindo Pratama (Pro XL) layanan e-Gov membutuhkan waktu yang lama dan investasi yang besar, sehingga baiknya jika dipecah dalam beberapa bagian agar lebih mudah diterapkan. Salah satunya adalah dengan m-Gov.
Dengan layanan komunikasi datanya, XL dapat menghadirkan apapun aplikasi kebutuhan pemerintahan. Salah satu yang sudah menerapkan ini adalah Pemerintahan Propinsi DKI Jakarta. Mereka memang sejak lama menginginkan semua layanan pemerintah online. Tujuannya, antara lain peningkatan kwalitas layanan dan pendapatan daerah serta citra transparansi yang dapat terjaga baik. Setelah semua online, barulah aplikasi-aplikasinya, diluncurkan seperti layanan SIM Keliling atau Samsat Keliling. Atau juga yang akan mereka hadirkan nanti, yakni penghitungan dan pengumpulan pajak hotel, restoran dan tempat hiburan lainnya. Menurut Mansyur, dengan teknologi GPRS XL, setiap akhir hari, langsung diketahui berapa nilai pajak yang harus disetor masing-masing obyek pajak tersebut ke Pemda. “Jadi kalau ditanya, Pemda bisa langsung mengetahui pendapatan setiap harinya dari pajak di sector ini? Saya berani memperkirakan, pendapatan pemda pasti akan naik, dan para wajib pajak sendiri akan merasa dipermudah.”
Pemda DKI Jakarta, boleh jadi sudah beberapa langkah di depan. Namun, di tingkat yang lebih sederhana, keberhasilan yang telah dicapai oleh Pemda Gorontalo bisa jadi contoh. Bekerjasama dengan XL, propinsi dibawah Gubernur Fadel Muhammad ini telah menerapkan salah satu layanan user group dengan short messaging system (SMS). Alhasil, baru enam bulan berjalan, efisiensi dalam beberapa pos pengeluaran pun tercapai. Biaya pembelian kertas, foto kopi dan telekomunikasi pun jadi lebih hemat dengan layanan government user group. Bagi masyarakat Gorontalo yang umumnya bertani, pemerintah memasok informasi mengenai segala hal yang berkaitan dengan komoditi unggulan setempat, lewat sms dengan tariff murah.
“Konkritnya, produk yang dihasilkan petani itu jika dijual melalui perantara, harganya jauh berbeda dengan harga yang berlaku di pasar. Petani tidak dapat keuntungan, tetapi mediatornya justru untung. Nah, itu karena ketidaktahuan petani menganai bagaimana caranya menjual langsung, serta mengetahui harga pasar. Informasi ini bisa disampaikan melalui layanan m-Gov,” imbuh Mansyur.
Dari contoh di Pemda DKI maupun Gorontalo, peranan XL membuat yang tadinya fixed kini menjadi mobile. Simple, mudah dan murah!

Pemda Tidak Perlu Investasi
Layanan m-Gov tidaklah tepat jika dipadang sebagai sebuah proyek yang membutuhkan alokasi anggaran dari kas pemerintah. Prinsipnya, untuk menghadirkan layanan ini, pemerintah tidak perlu mengeluarkan dana (investasi) laiknya proyek e-Gov selama ini. Pasalnya, XL tidak menyediakan produk, melainkan solusi yang mencakup infrastruktur jaringan dan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan instansi pemerintah setempat.
Layanan ini relatif cepat diimplementasikan dan manfaatnya cepat terasa. Dalam hal investasi yang terjadi justru terbalik, investasinya datang dari operator sedangkan pemerintah justru mendapatkan additional income saat m-Gov telah beroperasi.
Pertanyaannya kini, apakah setiap pemda di seluruh Indonesia dapat memanfaatkan layanan m-Gov dari XL ini? Jawaban normatifnya, Ya! Bagi area yang sudah dimasuki, praktis tidak serumit area yang belum tersentuh jaringan XL. Tetapi XL tentu akan membentangkan jaringan di area itu, bila telah ada kesepakatan penyediaan layanan m-Gov dengan pemerintah setempat. Namun, sebagai sebuah institusi bisnis, XL juga akan melakukan perhitungan secara bisnis, ketika hendak membentangkan jaringan di sebuah area baru. “Saat ini kita masih merupakan institusi bisnis sehingga hal tersebut masih menjadi pertimbangan utama kita,” tegas Mansyur.
Menurut Mansyur, layanan m-Gov ini prosesnya terlihat mudah dari sisi teknis. Namun, pengalaman selama ini menunjukan bahwa pada hal-hal non teknis, urusan jadi lebih rumit. Itu sebabnya, XL menawarkan, jika instansi pemerintah atau pemda merasa tertarik dengan layanan ini, XL selalu siap untuk mendiskusikan lebih dahulu apa yang menjadi kebutuhan. “Nah, dari situ XL kemudian melakukan studi, agar kita dapat memenuhi kebutuhan mereka secara customized. Kita juga bisa mengetahui apa-apa saja yang sudah mereka miliki sehingga itu bisa kita manfaatkan. Sehingga tidak perlu ada tambahan investasi peralatan dan lain-lain, selama yang sudah ada bisa dipergunakan.”Layanan m-Gov yang ditawarkan oleh XL ini, telah diterapkan oleh sembilan instansi pemerintah dan pemda. Dari pengalaman beberapa, diantaranya Pemda Propinsi Gorontalo, layanan ini memberikan kontribusi positif bagi peningkatan pelayanan masyarakat. Selain itu, dampak efesiensi dan efektifitas operasional pemerintah pun amat terasa, pasca implementasi m-Gov dari XL. Melengkapi testimoni Pemda Gorontalo itu, Mansyur menambahkan,”Terakhir namun penting untuk dicatat adalah, citra sebagai pemda yang sadar teknologi, transparan, berorientasi pada peningkatan pelayanan masyarakat serta efisien pun terdongkrak. Tentu saja citra pemda seperti ini akan menarik untuk berbagai pihak, terutama investor dari luar.”

0 comments: